SEJARAH

  04 April 2017  |  DESA KEBONDALEM

Pada jaman dahulu sekitar tahun 1910, di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian selatan, tepatnya di sebelah barat kaki Gunung Srawet, terdapat sebuah daerah subur yang diberi nama Desa Bangorejo.

Daerah tersebut dahuluberupa rawa - rawa sehingga sering didatangi kawanan burung bangau untuk mencari makan. Karena banyak didatangai kawanan burung bangau itulah kemudian diberi nama BANGOREJO yang berasal dari kata 'Bango' yang berarti 'burung bangau' dan 'rejo' yang berarti 'makmur'.

Desa Bangorejo terdiri dari dua padukuhan (Dusun) yaitu, Dukuh Bangorejo dan Dukuh Kebondalem. Dukuh Kebondalem ini kemudian berkembang menjadi sebuah Desa, yaitu Desa KEBONDALEM hingga saat ini.

Nama KEBONDALEM yag semula merupakan padukuhan di wilayah Desa Bangorejo tersebut, sesuai penjelasan para sesepuh desa dan tokoh masyarakat Desa Kebondalem memiliki dua versi tentang asal usul / sejarah desa sehingga dinamakan KEBONDALEM.

Versi Pertama :

pada jaman dahulu di wilayah Desa Bangorejo bagian Barat, terdapat perkebunan kopi milik Belanda, Sindernya bernama TUAN VORSAN. Ditengah tengah perkebunan itu terdapat rumah - rumah besar yang dihuni oleh para pejabat perkebunan, serta kongsi - kongsi para pekerja perkebunan kopi. Sekitar tahun 1926, di dalam kawasan tersebut diketumakan sekumpulan kerangka kerbau. Oleh Kepala Desa yang pada saat itu dijabat oleh Pak KAMPLEK penemuan ssekumpulan kerangka kerbau tersebut kemudian dikait - kaitkan dengan keberadaan rumah - rumah besar ditengah - tengah perkebunan ;

- Dalam Bahasa Jawa perkebunan sering diucapkan / disebut ' Kebon ', sedangkan rumah diucapkan ' Dalem '

- Dalam Bahasa Jawa kerbau diucapkan / disebut ' Kebo ' , sedangkan rumah diucapkan ' Dalem'

Versi Kedua :

Pada jaman dahulu seorang raja terkenal dari Kerajaan Blambangan bernama Prabu Minak Jinggo sering melakukan pesiar / perburuan bersama para prajurit serta para abdi dalem di wilayah selatan kerajaan. Suatu ketika karena kelelahan sepulang dari berburu, Prabu Minak Jinggo bersama para prajurit memutuskan untuk beristirahat di sebelah lereng kaki Gunung Srawet sebelah Barat. sebelum memutuskan untuk beristirahat di tempat tersebut, Sang Prabu terlebih dahulu meminta pertimbangan kepada Dayun ( abdi Dalem ). pada saat meminta pertimbangan itu dijawab oleh dayun, "Ngembun Dalem Gusti" yang artinya silahkan paduka raja. dari kata " ngembun dalem " itu kemudian berkembang menjadi KEBONDALEM.

Contact Details

  Alamat :   Jln. Pesanggaran, Dusun Kebondalem
  Email : kebondalem2016@gmail.com dan kebondalem2017@gmail.com
  Telp. : 082132204335 DAN 081231735717
  Instagram :
  Facebook : PEMDES KEBONDALEM
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi